Saturday, 5 December 2020

Ridha, terima walau pun rasa nya sakit

 Aku kira dia sedang kesal  dan sedih  karna Leo nyerahin kunci yang sangat mendadak  Sebab itu artinya tidak akan ada uang sewa lagi  untuk buLan ini dan entah bulan berikutya.  Aku saat itu juga  sama  kaget nya.

 

Sudah jam sepuluh malam tapi  belum juga masuk kamar seper  biasa nya.  Masih aja main hand phone malah nyuruh martikan tv karna ga ada yang nonton. Au bilang aku yang nonton karna memang aku lagi nunggu serial Sehrazat.

 

“Emang kamu marah tadi aku bilang gitu?” dengan suara yang berat menahan amarah  yang nampak jelas  ditahan nya dan penuh kemarahan.  Aku terkejut dan refleks menjawab, tidak.  Karna memang itu yang sebenarnya. Lalu berkata begini dan begitu tetap dengan nada dan mimik yang sama.

 

Ternyata aku baru tahu. Lalu bayangan kejadian yang menyakitkan yang tidak bisa ku lupakan karna sangat sakit untuk dirasakan itu muncul lagi. Dada ku terasa sangat sakit. Nafas ku jadi berat dan air mata tiba- tiba merembes keluar begitu saja tanpa aku sadari.

 

Aku hanya mentanya pada Tuhan ku....kenapa terjadi lagi pada ku hal yang seperti ini..?? Aku hanya menangis sepuas yang hati ku butuhkan dan tetap percaya bahwa kejadian yang menyakitkan ini memang dikehedaki oleh Nya. Dan aku harus terina tanpa membaantah. Dia lebih tau apa yang aku butuhkan dari pada diriku sendiri. Pasti inilah yang terbaik buatku walau pun pahit.

Wednesday, 25 November 2020

DOA YANG TERKABUL

Hari ini adalah hari kedua yang sangat membuat pusing dan bingung, karena sejak kemarin ibu meminta ku untuk mengambil uang nya yang ada di rekeningku. Betapa kagetnya sebab seingat ku uang yang aku ambil tiga hari yang lalu adalah uang terakhir yang tersisa disana. Dan sekarang aku jadi pusing tujuh keliling.

Senja menjelang, cahaya mentari mulai meredup, sinarnya yang keperakan bergoyang –goyang di riak air danau di depan rumah yang tertiup angin. Keindahan itu tak mampu mengusir kegundahan dan ketegangan ku. Sudah beberapa nama kuhubungi untuk meminta bantuan, tapi tak ada hasil. Lalu kudatangi sajadah dan mulai sholat Ashar. Dengan khusu dan penuh harap Tuhan mau membantu ku menyelesaikan masalah yang tidak bisa aku temui solusinya.   

Ketegangan makin menjadi karna hari sudah semakin sore, menjelang malam dan itu artinya saat nya tiba. Panik yang kurasakan semakin menjadi. Aku tidak bisa lagi bisa pura-pura bersikap tenang seolah tidak terjadi apa-apa. Karna takut ketahuan aku jadi lebih lama sendiiri di dalam kamar dengan perasaan yang tidak menentu. Aku bisa saja bilang kalau uang ibu terpakai oleh ku dan ibu ku juga tidak akan marah, tapi itu tidak aku lakukan karna ibu tidak akan lagi menitip uang nya pada ku karna aku telah menyelewengkan amanah nya.

Azan Magrib berkumandang membuat dadaku semakin berdebar keras. Nyali ku ciut dan ketakutan ku semakin memuncak dan itu bukan karna suara Azan. Tapi karna sebentar lagi ibu ku akan tahu kalau aku orang yang tidak amanah dan mungkin beliau akan berpikir dua kali kalau akan menitip kan uang pada ku.

Buru- buru aku berwudhu dan sholat. Dalam sujud pertama aku memanjatkan doa yang sama supaya aku dibantu dalam masalah ini. “Ya Alloh...sungguh aku adalah hamba yang lalai dan lemah, bantulah aku mengembalikan uang yang aku pakai karna sudah aku pinjam ke sana-sini tspi tidak dapat juga.Egnkau adalah penguasa dan pemilik seluruh kekayaan yang ada di bumi dan langit, Engkau juga Maha Pengasih dan Penyayang, kasihanilah aku, mudahkanlah urusan ku ini dengan cara Mu. Malam ini adalah penentuan akan nasibku. Tolong lah aku ya Alloh.....,” air mataku jatuh diatas sajadah, hatiku ciut seperti jatuh dari puncak yang tinggi dan akan terhempas diatas batu. Aku sudah sangat pasrah karna sudah tak ada lagi pembelaan diri seolah sedang tenggelam di tengah laut dan tak ada seorangpun yang tahu. Pasrah...Hanya mengharap pertolongan Dia, karna Dia lah yang mampu berbuat apa saja dan tidak ada tandingannya. Kututup doa ku dengan sholawat kepada Rosululloh juga dengan mengucap “ Cukup lah Engkau ya Alloh sebagai penolong ku..aamiin..”

Selesai makan malam aku memainkan hand phone dan mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk dijadikan sebagai alasan. Ada masuk dari seorang teman lama yang mengatakan sedang rapat di daerah dekat rumah ku. Kubalas wa seperti biasa dan karn kepasrahan ku dan penyerahan beban yang tidak sanggup lagi ku tanggung kepada Tuhan ku maka aku tertidur.

Aku terbangun oleh suara hand phone ku dan getarannya ditangan ku. Ternyata teman ku sedang sibuk mencari dimana rumahku. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam, lalu aku bergegas untuk mennganti pakaian karna dia ingin bertemu diluar untuk sekedar mengrobrol.

Kami berputar- putar sekedar mencari tempat yang nyaman, tapi malam makin larut dan jam malam karna PSBB masih berlaku sehingga sudah banyak yang tutup meski kira-kira baru pukul sembilan malam. Dan akhirnya kami minum jus saja karna cuma itu yang kami dapatkan.  Saat menunggu dia menanyakan keperluanku yang aku katakan di wa dan yang membuat dia memutuskan untuk menemuiku. Dia lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong baju nya, lalu menarik tanganku dan memberikannya pada ku. Aku hanya tertegun tak percaya dengan apa yang sedang aku alami. Dia hanya tersenyum manis padaku lalu menghisap jus nya.  Aku menggengam tangannya dengan erat sambil mengatakan terima kasih dan air mata ku keluar begitu saja tanpa mampu ku bendung. Ini sungguh luar biasa.

“Hutangku makin bertambah, kau jangan kuatir ya, karna aku sudah mencatat dan sangat ingat tapi belum bisa aku lunasi dalam waktu dekat. Tapi pasti aku bayar. “ kataku menyakinkannya.  “Sudahlah.. tenang saja,” katanya sambil menepuk tangan ku. “Yang ini bukan hutang...”

  Ma sya Alloh...sungguh sulit kupercaya. Dengan mudah Dia mendatangkan bantuan buat ku disaat-saat terakhir. Disaat aku sudah pasrah dan hanya menyandarkan segala urusan ku pada Nya. Dan ternyata pula aku diberi lebih dari yang aku butuhkan. Segala puji bagi Alloh dan cukuplah Alloh sebagai penolong ku.

 

Hari ini adalah hari kedua yang sangat membuat pusing dan bingung, karena sejak kemarin ibu meminta ku untuk mengambil uang nya yang ada di rekeningku. Betapa kagetnya sebab seingat ku uang yang aku ambil tiga hari yang lalu adalah uang terakhir yang tersisa disana. Dan sekarang aku jadi pusing tujuh keliling.

Senja menjelang, cahaya mentari mulai meredup, sinarnya yang keperakan bergoyang –goyang di riak air danau di depan rumah yang tertiup angin. Keindahan itu tak mampu mengusir kegundahan dan ketegangan ku. Sudah beberapa nama kuhubungi untuk meminta bantuan, tapi tak ada hasil. Lalu kudatangi sajadah dan mulai sholat Ashar. Dengan khusu dan penuh harap Tuhan mau membantu ku menyelesaikan masalah yang tidak bisa aku temui solusinya.   

Ketegangan makin menjadi karna hari sudah semakin sore, menjelang malam dan itu artinya saat nya tiba. Panik yang kurasakan semakin menjadi. Aku tidak bisa lagi bisa pura-pura bersikap tenang seolah tidak terjadi apa-apa. Karna takut ketahuan aku jadi lebih lama sendiiri di dalam kamar dengan perasaan yang tidak menentu. Aku bisa saja bilang kalau uang ibu terpakai oleh ku dan ibu ku juga tidak akan marah, tapi itu tidak aku lakukan karna ibu tidak akan lagi menitip uang nya pada ku karna aku telah menyelewengkan amanah nya.

Azan Magrib berkumandang membuat dadaku semakin berdebar keras. Nyali ku ciut dan ketakutan ku semakin memuncak dan itu bukan karna suara Azan. Tapi karna sebentar lagi ibu ku akan tahu kalau aku orang yang tidak amanah dan mungkin beliau akan berpikir dua kali kalau akan menitip kan uang pada ku.

Buru- buru aku berwudhu dan sholat. Dalam sujud pertama aku memanjatkan doa yang sama supaya aku dibantu dalam masalah ini. “Ya Alloh...sungguh aku adalah hamba yang lalai dan lemah, bantulah aku mengembalikan uang yang aku pakai karna sudah aku pinjam ke sana-sini tspi tidak dapat juga.Egnkau adalah penguasa dan pemilik seluruh kekayaan yang ada di bumi dan langit, Engkau juga Maha Pengasih dan Penyayang, kasihanilah aku, mudahkanlah urusan ku ini dengan cara Mu. Malam ini adalah penentuan akan nasibku. Tolong lah aku ya Alloh.....,” air mataku jatuh diatas sajadah, hatiku ciut seperti jatuh dari puncak yang tinggi dan akan terhempas diatas batu. Aku sudah sangat pasrah karna sudah tak ada lagi pembelaan diri seolah sedang tenggelam di tengah laut dan tak ada seorangpun yang tahu. Pasrah...Hanya mengharap pertolongan Dia, karna Dia lah yang mampu berbuat apa saja dan tidak ada tandingannya. Kututup doa ku dengan sholawat kepada Rosululloh juga dengan mengucap “ Cukup lah Engkau ya Alloh sebagai penolong ku..aamiin..”

Selesai makan malam aku memainkan hand phone dan mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk dijadikan sebagai alasan. Ada masuk dari seorang teman lama yang mengatakan sedang rapat di daerah dekat rumah ku. Kubalas wa seperti biasa dan karn kepasrahan ku dan penyerahan beban yang tidak sanggup lagi ku tanggung kepada Tuhan ku maka aku tertidur.

Aku terbangun oleh suara hand phone ku dan getarannya ditangan ku. Ternyata teman ku sedang sibuk mencari dimana rumahku. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam, lalu aku bergegas untuk mennganti pakaian karna dia ingin bertemu diluar untuk sekedar mengrobrol.

Kami berputar- putar sekedar mencari tempat yang nyaman, tapi malam makin larut dan jam malam karna PSBB masih berlaku sehingga sudah banyak yang tutup meski kira-kira baru pukul sembilan malam. Dan akhirnya kami minum jus saja karna cuma itu yang kami dapatkan.  Saat menunggu dia menanyakan keperluanku yang aku katakan di wa dan yang membuat dia memutuskan untuk menemuiku. Dia lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam kantong baju nya, lalu menarik tanganku dan memberikannya pada ku. Aku hanya tertegun tak percaya dengan apa yang sedang aku alami. Dia hanya tersenyum manis padaku lalu menghisap jus nya.  Aku menggengam tangannya dengan erat sambil mengatakan terima kasih dan air mata ku keluar begitu saja tanpa mampu ku bendung. Ini sungguh luar biasa.

“Hutangku makin bertambah, kau jangan kuatir ya, karna aku sudah mencatat dan sangat ingat tapi belum bisa aku lunasi dalam waktu dekat. Tapi pasti aku bayar. “ kataku menyakinkannya.  “Sudahlah.. tenang saja,” katanya sambil menepuk tangan ku. “Yang ini bukan hutang...”

  Ma sya Alloh...sungguh sulit kupercaya. Dengan mudah Dia mendatangkan bantuan buat ku disaat-saat terakhir. Disaat aku sudah pasrah dan hanya menyandarkan segala urusan ku pada Nya. Dan ternyata pula aku diberi lebih dari yang aku butuhkan. Segala puji bagi Alloh dan cukuplah Alloh sebagai penolong ku.

 


Tuesday, 8 September 2020

BEBAN DI SAAT CORONA

 


                   Bulan ini terasa sekali keadaan keuangan yang morat marit.. Biaya hidup terus berlanjut sedangkan penghasilan tidak ada.  Jualan mie ayam sepi pembeli  Token listrik dua puluh ribu akan habis dalam dua sampai 3 hari dan.akan bunyi tut tut tut membuat kebisingan yg menyebalkan. Duuuuh....makin pusing jadinya.



                   Bantuan pemerintah memang sangat membantu yang terdiri bnnyak gdainyoreng, sarden dan mie instant.  Seandainya tidak ada, tentu sangat berat sekali.


                   Kebutuhan quota internet lain lagi. Sekolah dan kuliah dari rumah membutuhkan quota internet yang tidak sedikit, tugas dalam bentuk vidio dan zoom meeting membuat quota internet cepat habis, kalau sudah begitu pekerjaan mereka jadi terhambat. Jadi terpaksalah memasang wifi di rumah.


                   Tagihan menjadi bertambah sedangkan pemasukan berkurang. Ini menambah kebingungan yang tiada berujung.



Tuesday, 11 August 2020

PUT US DI SINI

 


               Akhirnya tiba juga saatnya,  dimana harus diputuskan untuk tetap lanjut atau berhenti. Berhenti disini untuk mencari kelanjutan yang lain. Mencari keberuntungan dengan yang lain atau di tempat lain.


               Semoga ada kedamaian dan kebahagiaan di sana, yang akan menjadi pelabuhan terakhir. 

Wednesday, 5 August 2020

VIRUS COROna

 


                Corona virus belum juga selesai.  Masyarakat masih diwajibkan jaga jarak dan wajib memakairr masker dan dikenakan sanksi membayar denda Rp 250 000 bila tertangkap. Ada  aja kabar orang yang kena virus saat sekarang, padahal sekarang sudah bulan Agustus.


               Sekolah masih diliburkan dan beajar dari rumah menggunakan handphone dan dilakukan dijam sekolah .  Belajar dan aktifitas lain melalui handphone  Kebutuhan akan internet menjadi sepenting kebutuhan makan dan minum. 


              Bagi banyak orang sekarang menjadi memprihatinkan. Banyak pemutusan hubungan kerja, membuat banyak pengangguran. Ada yang lucu, seorang ayah yang malas bekerja mengatakan kalau sekarang sepi penumpang, karna dia seorang ojek online.  


              Hidup harus terus berjalan, dunia harus tetap berputar, Strategi menghadapi corona virus saat ini harus selalu dilakukan untuk bertahan hidup. Bagi yang punya penghasilan besar dan tetap sampai saat ini atau bagi yang punya banyak investasi masih bisa hidup tenang an bernafas lega. Tapi bagi yang berpenghasilan kecil atau yang kena PHK , tentulah menjadi sangat berat.  Untuk membayar kebutuuhan dasar saja cukup membuat pusing. Makanan yang harus ada, listrik dan air juga paket internet atau wifi. Itulah kebutuhan dasar manusia jaman ini. Kalau dulu kebutuhan dasar adalah pangan, kalau sekarang ditambah listrik dan internet.  Tanpa listrik handphone tidak bisa nyala dan tanpa internet, orang nya akan mati gaya.

Sunday, 2 August 2020

REUNIAN KECIL



                    Pertemuan kami biasa saja, cuma ngobrol, ketawa dan berbagi cerita. Tidak ada yang istimewa dan itu pun tidak berduaan, kami selalu bertemu bertiga. Dua laki-laki senior ku dan aku. Aku senang saja karna ada teman kongkow di rumah, jadi ga perlu kemana-mana.  Cuma beberes piring gelas sehabis kami pakai, lalu bisa langsung istirahat. Beda kalau harus ke satu tempat, pulang malam, capek.



                    Satu seniorku hobinya cerita, apa aja diceritakan dengan mimik dan logat Batak nya yang khas. Kami berdua jadi pendengar lalu ketawa ngakak bersama-sama.  Seniorku yang satu lagi kalem, suaranya pelan tapi juga lucu. Sedangkan aku hanya pendengar. Dan kadang tawa ku paling nyaring dan lama.



                   Pertemuan kami selalu di rumahku, ada aja alasan untuk ketemuan, Aku menikmati banget acara kami itu, sampai- sampai ku sembunyikan mulutku yang menguap karna lelah dan mengantuk. Acara Sabtu malam Ahad kemaren judul nya nyate, padahal yang reques junior kami, karna dia tak dapat daging qurban lalu dia diam tak berani ngomong, tapi senior ku yang Medan tiba-tiba datang membawa paha kambing, Lalu berkumpul lagilah kami plus satu orang junior yang reques nyate.Dan semua nya jomblo.......hahahaha...

Sunday, 19 July 2020

JANGAN SEKARANG...



                    Dingin nya malam makin terasa, begitu  juga dengan rasa sepi nya. Dia hela nafas yang terasa berat, mulut nya terkatup dan bulir air mata yang hangat mulai membasahi kedua pipi nya. Dipandangi lagi layar telepon genggam ditangan nya, mengharapkan bunyi pesan, tapi yang dinanti  tidak kunjung datang. Pergi bersama angin malam yang berhemus entah kemana.


                    Dia terus menolak permintaan sang kekasih, karna merasa malu dan terlarang. Sedangkan sang kekasih selalu membujuk dan merayu agar dia mau.
"Sayang... kita kan saling mencintai," kata sang kekasih. "Teman-teman ku dan semua orang juga begitu."
Tapi dia hanya tersenyum manis sambil menggeleng dan tetap memandang wajah sang kekasih yang sedang merajuk. Sang kekasih merasa lelah membujuk dan akhirnya pergi, mengharapkan dia memanggil supaya nya untuk kembali.
Tapi dia tetap diam tak memanggil sang kekasih dan menatap kepergian nya dengan pilu.
-65cv
                   
                    Malam itu dia tetap menunggu dengan sabar akan kedatangan sang kekasih hati, Tapi sang kekasih sangat marah, terbukti dengan tidak memberi satu pesan singkat pun 


                    ,Wahai kekasihku....seanadainya kau tahu bahwa aku sangat mencintaimu, tapi tak mungkin ku langgar larangan Tuhanku untuk mencumbu mu, Ajakanmu merupakan godaan terbesarku, karna syahwatku juga bergemuruh saat berdua dengan mu. Ada saat nya nanti, apapun akan kuberikan untuk mu, dan aku juga sangat menunggu saat itu. Di ranjang pengantin kita yang indah.